Selasa, 20 Desember 2011

Tentang Ereksi dan Ukuran Penis

0


Penis adalah sepotong urat elastis dengan konstruksi unik yang menjuntai di pertengahan tubuh. Penis bukan sekedar asesoris tubuh. Ada dua fungsi penting yang dipikulnya. Yang pertama sebagai saluran pembuangan limbah permbersih seluruh organ tubuh dan yang kedua sebagai penghubung langsung secara fisik antara anda dengan pasangan anda dalam usaha melampiaskan dorongan seksual. Kalau untuk fungsi pertama, penis anda tak perlu mengubah bentuk atau menyiapkan diri anda. Sementara untuk fungsi kedua ada syarat yang sangat penting yang harus dipenuhi agar bisa menjalankan tugas dengan baik, EREKSI. Inilah masalahnya! 

Walau peristiwa ereksi itu sangat sederhana, yaitu bertambahnya jumlah darah yang masuk ke rongga penis, tapi untuk peristiwa yang sesederhana itu, prosesnya sangatlah rumit dan melibatkan seluruh tubuh anda. Coba kita lihat proses ereksi yang normal. Tahap pertama adalah tahap perangsangan. Tahap ini sangat bervariasi, tergantung sensitivitas dan usia. Awalnya cukup sekedar mengkhayal, lalu perlu sesuatu untuk dipandang, kemudian harus dipegang-pegang lalu bila sudah sampai pada titik "imun", diperlukan usaha keras agar bisa terangsang. 

Rangsangan ini kemudian diteruskan ke jalur refleks ereksi. Darah lalu diperintahkan untuk memompa tabung-tabung dalam rongga ereksi hingga menggelembung, dan tabung-tabung yang sudah menggelembung oleh darah itu mendorong kulit penis yang elastis hingga mencapai batas maksimal kelenturannya, bahkan sampai membuatnya menggeliat ingin lepas dari kungkungan dan menunjuk ke langit. Anda siap tempur! 

Dalam kondisi ereksi inilah biasanya anda memanfaatkan penis untuk berbagai keperluan yang berkaitan dengan dorongan seksual sampai anda mencapai tahap berikutnya, yaitu Tahap Tinggi. Pada Tahap ini, penis anda akan mengalami kondisi maksimal dan kritis. Kepalanya membesar, terkadang sampai mengeluarkan cairan yang kadang-kadang mengandung sperma hidup. 

Nah tahap puncak yang sering disebut-sebut Tahap Orgasme, berlangsung setelah melalui kedua tahap tadi. Walaupun tidak selalu, tetapi pada umumnya orgasme atau pelepasan ketegangan seksual (sexual tension) ini diiringi dengan ejakulasi. Setelah itu, anda akan terhempas dan kembali ke kondisi normal, tahap ini dikenal sebagai Tahap Resolusi. Jangan langsung memunggungi pasangan anda atau buru-buru ke kamar mandi dan pakai sepatu. Nikmatilah kondisi ini karena pasangan anda masih berada di awang-awang. 

Bila anda bisa melewati tahap-tahap itu dengan sukses, maksudnya anda bisa mempertahankan ereksi sampai semua urusan selesai, BAGUSLAH! Tapi.. ketika anda butuhkan itu, dia tak juga mau menegakkan kepalanya. Anda usap-usap, gelitik, tarik-tarik, bahkan pasangan anda pun ikut membantu anda, namun dia tetap malas bangun, itulah kiamat kecil! 

Mungkin saja itu kegagalan pertama anda sehingga anda bingung dan tak mengerti mengapa itu bisa terjadi. Bukankah selama ini semua baik-baik saja? Daripada anda sibuk keliling kota mencari tukang obat pinggir jalan yang menjual tangkur buaya, kayu pasak bumi, menyantap torpedo kambing atau langsung mendatangi klinik impotensi yang bertebaran di seputar kota, sebaiknya anda tenang dulu. Ada 2 kelompok faktor yang bisa jadi penyebab terjadi kegagalan atau gangguan ereksi (Disfungsi Ereksi/DE) tersebut, kelompok fisik dan kelompok psikis. Kalau masalahnya faktor-faktor psikis seperti stres, depresi, takut, gelisah dan sejenisnya, mungkin akan segera berakhir dengan terapi ringan. Tapi kalau masalahnya terletak pada fisik atau penyakit-penyakit yang membuat penyempitan pembuluh darah, urusannya akan lebih panjang. 

Memang ada beberapa syarat agar anda bisa ereksi dengan baik. Yang pertama, penis harus punya daya mengembang yang baik. Ukurannya ketika ereksi akan sangat dipengaruhi oleh daya kembang adn kapasitas rongga ereksi. Faktor kedua adalah sehat dan lancarnya aliran darah menuju penis. Ketika terjadi rangsangan, pelebaran pembuluh darah menuju penis itu harus sempurna dan hal ini tentu saja menyangkut kesehatan pembuluh darah itu sendiri. Sedangkan faktor terakhir adalah sistem persyarafan. Sistem yang mengalir dari otak ke penis melalui tulang belakang inilah yang mengirim rangsangan dan menggetarkan penis. Aliran darah ke penis yang dalam keadaan tidur hanya sekitar 8 cc/menit, meningkat antara 5 - 10 kali lipat. 

Jadi sebenarnya bila sekali waktu anda gagal membangunkan ular tidur walau sudah dibujuk dengan seekor ayam kampung yang segar atau atraksi yang lebih menggairahkan daripada goyang Inul, anda bisa mencurigai telah terjadi sesuatu dari proses ereksi itu. Anda sebaiknya tidak menuruti mitos daging kambing, kerang dara, juga jamu-jamu yang menjanjikan keperkasaan, karena salah-salah bukan kegagalan ereksi yang berhasil anda atasi, tapi malah kolesterol dan tekanan darah yang melesat tinggi. Okelah, bagaimanapun caranya, demi menyelamatkan masa depan, kini anda harus berhadapan dengan dokter yang sudah berpengalaman menangani kasus-kasus begini, lalu beberkan semua masalah anda kepadanya. 

Bila ternyata penyebabnya psikis, disarankan kepada anda untuk rileks, berolahraga, cari hiburan dan sejenisnya. Yakinlah, dengan cara-cara sederhana itu, ayam jago anda akan berkokok lagi. Seandainya terapi mandiri ini belum juga membawa hasil, untuk menanggulangi kondisi darurat, harus menjalani terapi kedua, yaitu minum obat yang bekerja untuk membesarkan pembuluh darah ke penis. Obat ini jadi penting karena walaupun masalahnya karena stres atau takut, kegagalan pertama tadi bisa membuat anda panik dan cemas, yang buntutnya ikut jadi penyebab DE. 

Pemberian obat sejenis viagra memang membuat solusi cespleng bila torpedo anda macet. Namun karena obat sejenis ini punya efek samping, terutama bagi penderita hipertensi dan jantung, maka anda jangan menjadikannya cemilan di kala lapar. Tanda paling mudah dikenali apakah kegagalan anda akibat fisik atau psikis adalah bila kegagalan itu datang secara tiba-tiba, besar kemungkinan itu lantaran psikis. Kecuali bila terjadi trauma fisik atau peristiwa yang membuat proses ereksi itu terhambat, misalnya jatuh yang membuat syaraf di punggung anda terjepit. Sedangkan DE yang diakibatkan fisik normal biasanya datang secara berangsur-angsur. Mula-mula ereksinya tidak sempurna, lalu gagal sekali-kali, semakin sering, begitu selanjutnya. 

Diabetes melitus, tekanan darah tinggi, kolesterol, jantung dan penyakit ginjal adalah beberapa penyakit yang bisa berakibat DE. Celakanya, mengkomsumsi obat-obatan untuk menyembuhkan penyakit itupun punya efek samping, yang bisa mempersulit ereksi. Narkoba, rokok dan alkohol yang kita ketahui juga bekerja dalam darah, termasuk unsur yang mempersulit mengalirnya darah ke dalam rongga penis. 

Bila obat-obatan itu tidak mempan atau tak boleh anda konsumsi, tampaknya anda harus menjalani terapi ketiga, yaitu terapi mekanik. Alat yang digunakan populer dengan sebutan VCD, bukan video compact disk yang mampu menghibur anda, tapi vacum constriction divides (alat vakum jerat) yang mampu menggelembungkan penis anda karena isapannya. Alat yang terdiri dari tabung silinder, pompa vakum dan cincin elastis ini sudah digunakan sejak awal tahun 90-an. Anda tinggal memasukkan si buyung yang sedang tidur itu ke dalam tabung silinder sampai pangkalnya, lalu ketika pompa vakum diaktifkan, tekanan udara di dalam tabung akan negatif. Kondisi ini membuat penis mengembang dan darah mengalir ke dalam rongga ereksi. Setelah cukup, cincin elastis yang semula standby di pangkal tabung, diturunkan melilit pangkal penis hingga darah yang sudah di dalam rongga ereksi tidak langsung mengalir ke luar lagi. Karena peristiwa ereksi begini agak luar biasa, maka daya tahannya pun sangat terbatas, tak boleh lebih dari 30 menit. Lebih dari itu, bisa membahayakan penis anda. Temperatur penis pun dingin dan berwarna kebiru-biruan. 

Bila semua cara di atas sudah tak mampu lagi mengatasi masalah anda, maka anda terpaksa menjalani terapi ke 4, yaitu operasi. Ke dalam rongga ereksi anda, akan ditanamkan penis buatan (prostesis) berbahan silikon. Bila sudah sampai ke tingkat ini, biasanya yang bertugas adalah ahli bedah urologi dan anda tidak punya pilihan lagi karena operasi akan merusak rongga ereksi anda. 

Memang pernah ada terapi lain, yaitu dengan menyuntikkan berbagai cairan yang akan bekerja membuat rileks otot penis, antara lain papaverin - senyawa non narkotika yang didapat dari pohon opium - ke dalam rongga ereksi anda. Senyawa yang dimetabolisme oleh hati ini, ternyata punya efek samping, yaitu meracuni hati dan merusak rongga ereksi hingga malah mengakibatkan impotensi. Kemudian cara ini ditinggalkan. 

Sekarang sudah saatnya menyorot masalah ukuran penis. Memang sulit sekali meyakinkan khalayak bahwa ukuran penis seorang laki-laki itu tak perlu terlalu besar. Kaum wanita hanya butuh sekitar 6 cm untuk bisa membuatnya puas, itu kalau yang ingin anda capai adalah untuk memuaskan kaum wanita. Posisi G-spot memang hanya sekitar sepertiga ke depan dari kedalaman vagina wanita. Di situlah berkumpul ujung-ujung syaraf yang sangat sensitif (titik puncak erotis). Daerah inilah yang harus menjadi target utama saat anda melakukan serangan. Kalau terlalu jauh ke dalam, mungkin malah akan membuat pasangan bercinta anda tak nyaman, dan anda pun tidak berhasil menikmati reaksinya. 

Bila anda masih memitoskan bahwa laki-laki perkasa itu ditandai dengan ukuran penisnya, anda tampaknya perlu mengikuti penyuluhan khusus tentang penis. Kejantanan, keperkasaan, serta kemampuan untuk memuaskan pasangan anda di tempat tidur, termasuk memenuhi kompleks perumahan anda dengan keturunan anda, tidak ditentukan oleh ukuran penis anda. Percayalah! Konstruksi penis itu sudah paten dan tak mungkin ditumbuhkembangkan seperti rumah inti di Perumnas. Memang ukurannya berbeda-beda pada setiap orang, tapi itu tak ubahnya dengan perbedaan yang terjadi pada ukuran tubuh manusia. Ada yang tinggi, pendek, gemuk atau kurus. Dalam kondisi ereksi penuh, panjang penis berkisar antara 12 - 20 cm. Setelah dewasa dan pertumbuhan penis berhenti, tidak ada cara yang bisa dilakukan untuk menambah ukuran, baik panjang maupun lingkaran penis. Teknik apapun yang dilakukan, tidak akan berhasil. Kalaupun berkesan lebih panjang dan lebih besar, mungkin karena ereksinya yang makin sempurna. Tapi bukan berarti batang penis yang di dalamnya tersusun kantong-kantong darah itu mengembang. 

Satu-satunya cara untuk memperbesar dan memperpanjang penis adalah dengan cara operasi. Di dalam rongga pinggul anda, masih tertanam sebagian dari batang penis yang merupakan akarnya dan berfungsi sebagai penopang. Bagian dari batang yang masih tertanam itu bisa dikeluarkan dengan operasi. Caranya, kulitnya dimundurkan hingga akar alias sisa batang yang berada di dalam rongga pinggul anda itu berada di luar. Secara otomatis batang penis yang terlihat akan bertambah panjang. Namun pertambahannya paling banter hanya sekitar 3 cm. Sedangkan bila anda ingin memperbesar ukurannya, dokter bisa mengambil lemak yang berada di dalam tubuh anda, lalu dimixer dan disuntikkan ke bawah kulit penis. Jadi, kulitnya yang dipertebal, bukan batangnya. 

Dengan kedua cara ini, memang penis anda akan menjadi lebih panjang dan lebih besar, tetapi kondisinya tetap tidak normal. Penis yang panjang karena operasi pengeluaran akarnya ini, tak akan bisa berdiri tegak ketika ereksi. Harus terus dipegangi dan terlihat seperti akan jatuh terus. Anda mungkin pernah nonton BF dan melihat penis bintangnya yang panjang tapi tak bisa berdiri tegak. Itulah dia! Sedangkan bila penisnya diperbesar dengan suntikan lemak yang dimixer tadi, bentuk penisnya akan jelek, tidak kokoh, dan berkerut-kerut walau sedang dalam kondisi ereksi penuh. 

Di Amerika sendiri, operasi pemanjangan dan pembesaran penis ini terus jadi kontroversial. Walaupun sudah diperhitungkan cermat, tapi resiko untuk gagal dan salah yang akan berakibat impotensi permanen tetap ada. Lebih baik terima apa adanya keadaannya penis kita, itulah yang terbaik sampai saat ini. 

Article Directory: http://www.sumbercerita.com

Posted by Prama, 21 Desember 2011

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by ThemeShift | Bloggerized by Lasantha - Free Blogger Templates | Best Web Hosting